Proses Terjadinya Minyak Bumi

Minyak bumi (bahasa inggris: petroleum, dari bahasa latin petrus – karang dan oleum – minyak), dijuluki sebagai emas hitam, adalah cairan kental, berwarna coklat gelap, atau kehijauan yang mudah terbakar, yang berada di lapisan atas beberapa area di kerak bumi.

 

Minyak bumi terdiri dari campuran kompleks dari berbagai hidrokarbon, sebagai besar seri alkane, tetapi bervariasi dalam penampilan, komposisi, dan kemurniannya. Minyak bumi diambil dari sumur minyak di pertambangan-pertambangan minyak.

 

Lokasi sumur-sumur minyak ini didapatkan  setelah melalui proses studi geologi, analisis sedimen, karakter dan struktur sumber, dan berbagai macam studi lainnya. Setelah itu, minyak bumi akan diproses di tempat pengilangan minyak dan dipisah-pisahkan hasilnya berdasarkan titik didihnya.

 

Berdasarkan proses diatas sehingga menghasilkan berbagai macam bahan bakar, mulai dari bensin dan minyak tanah sampai aspal dan berbagai reagen kimia yang dibutuhkan untuk membuat plastic dan obat-obatan. Minyak bumi digunakan untuk memproduksi dar berbagai macam barang dan material yang dibutuhkan manusia. (diolah dari berbagai sumber)

Read Me Leave comment

Penurunan Harga Minyak Hingga 15% !!!!

Commerzbank menganalisis akan minyak mentah diprediksi memliki potensi penurunan di pasar global untuk beberapa bulan ke depan pada awal tahun ini. Penurunan tersebut terjadi setelah kontrak berakhir pada level tertinggi sejak Desember 2014.

Menurut analis senior di Commerzbank, koreksi harga ke bawah bahkan bisa mencapai 15%. Harga minyak naik ke tingkat tertinggi sejak pertengahan 2015 pada hari Rabu di tengah kerusuhan politik di Iran. Meskipun para analis mengatakan ada sedikit risiko gangguan pasokan dari produsen terbesar OPEC. Sementara posisi panjang melejit, posisi pendek, atau taruhan bahwa harga akan turun, telah turun ke tingkat terendah sejak Februari dalam beberapa pekan terakhir.

Reli harga minyak “pasti karena overheating karena spekulan yang berlebihan dan kemungkinan akan membaik pada bulan depan,” Eugen Weinberg, kepala riset komoditas di Commerzbank, seperti mengutip CNBC.com.

“(Saya mengharapkan) harga minyak untuk mengoreksi setidaknya 10 sampai 15 persen dalam beberapa bulan mendatang karena fundamental saat ini tidak membenarkan kekuatan semacam ini,” kata Weinberg.

Harga minyak turun dari level tertingginya dalam 2,5 tahun pada hari Jumat karena lonjakan produksi AS tampaknya mengurangi kekhawatiran pasokan yang dipicu oleh demonstrasi anti-pemerintah di Teheran. Minyak mentah Brent diperdagangkan pada US$67,38 per barel sekitar pukul 12:00. Waktu London (7 a.m. ET), turun 1 persen, sementara minyak mentah A.S. terlihat pada US$61,41, turun 0,9 persen.

Sementara sebagian besar kelas aset mencatat kenaikan pada 2017, Weinberg mengatakan bahwa sektor komoditas telah ditahan oleh kombinasi keputusan kebijakan moneter dan faktor geopolitik Weinberg mengemukakan komponen terpenting untuk komoditas pada awal 2018 adalah kegiatan investasi.

Taruhan spekulatif bahwa harga minyak mentah AS akan meningkat telah melonjak sejak September, karena OPEC dan 10 produsen sekutu lainnya, termasuk Rusia, mendapat kesepakatan untuk terus membatasi produksi minyak mereka. Kesepakatan tersebut telah membantu untuk menghapus pasokan global yang menggantung dan mengalirkan stok minyak mentah.

Pada bulan Desember, Goldman Sachs dan Morgan Stanley menaikkan perkiraan harga minyak masing-masing. Alasannya, komitmen pimpinan OPEC yang lebih kuat dari perkiraan untuk memperpanjang pemotongan output. Pemotongan, yang dimulai pada bulan Januari 2017, siap berlanjut sampai tahun 2018.

Harga minyak turun dari hampir US$120 per barel pada bulan Juni 2014 karena melemahnya permintaan, dolar yang kuat dan produksi serpih AS yang melonjak.  Keengganan OPEC untuk memotong output juga dipandang sebagai alasan utama di balik jatuhnya. Tapi, kartel minyak segera bergerak untuk mengekang produksi,bersama dengan negara penghasil minyak lainnya, pada akhir 2016. (diolah dari berbagai sumber/Sri)

Read Me Leave comment

Mengapa Terjadi Penurunan Pada Harga Minyak ??

Awal tahun 2018 ini, menunjukkan adanya penurunan level perdagangan harga minyak dari level tertinggi dalam tiga tahun sebelumnya. Setiap pedagan menunggu keputusan dalam adminitrasi. Trump tentang apakah akan memperpanjang keringanan sementara dalam sanksi terhadap iran.

Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Februari CLG8, -0,66% kehilangan 35 sen atau 0,6% menjadi US$63,45, sementara Brent untuk Maret LCOH8, -0,23% turun 13 sen atau 0,2% menjadi US$69,15, seperti mengutip marketwatch.com.

Penurunan ini terjadi setelah kedua kontrak berakhir pada level tertinggi sejak Desember 2014 pada hari Kamis, setelah data pada awal minggu menunjukkan bahwa stok AS terus menyusut. “Pasar diperdagangkan lebih rendah dalam respon teknis terhadap kegagalan menembus di atas US$70 di Brent. Tingkat psikologis juga menghentikan kemajuan Brent pada 2015,” kata Ole Hansen, Kepala Strategi Komoditas di Saxo Bank, dalam komentar email.

“Presiden Trump belum membuat pernyataan tentang Iran. Menjelang pernyataan ini, risiko downside dari sini masih terbatas mengingat potensi dampak bullish jika ia menjauh dari kesepakatan nuklir,” tambahnya.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghadapi tenggat waktu pada hari Jumat apakah akan mengampuni atau mengajukan sanksi kepada Iran pekan ini, sebuah keputusan yang memiliki implikasi terhadap ekspor minyak Iran.

Jika sanksi diajukan kembali, itu bisa membatasi ekspor minyak Iran dan selanjutnya membantu mengurangi kekenyangan pasokan global yang membuat tutup harga pada beberapa tahun terakhir. Namun, jika Trump terus membebaskannya, Iran akan dapat terus menjual minyak ke pasar energi global.

Pada Jumat pagi, Trump yang telah bersumpah untuk membatalkan perjanjian tersebut, akan memperpanjang keringanan sanksi tersebut, namun akan memberi Kongres AS dan sekutu Eropa untuk menentukan kesepakatan tersebut. Kemudian pada hari Jumat, Baker Hughes BHGE mingguan, + 2,90% data jumlah rig kemungkinan akan menarik perhatian.

Pada produk energi lainnya pada hari Jumat, bensin RBG8, -0,30% turun 0,2 menjadi US$1,83 per galon. Sementara minyak pemanas HOG8, + 0,00% rata pada US$2,08 per galon. Gas alam NGG18, + 1,13% melonjak 0,8% menjadi US$3,11 per juta British thermal uni. (diolah dari berbagai sumber/Sri)

Read Me Leave comment

Eksploitasi Mendukung Ekonomi

 

Kegiatan eksplorasi sangat penting dilakukan. Pengusahaan bahan tambang dilaksanakan mengingat keberadaan bahan galian yang penyebarannya tidak merata.  Kegiatan eksplorasi ini sifatnya sementara yang suatu saat akan habis tergali.

 

Penyelidikan sangat diperlukan untuk menentukan lokasi sebaran, kualitas dan jumlah cadangan. Perusahaan melakukan kegiatan tersebut agar tidak membuang tenaga dan modal, disamping untuk mengurangi resiko kegagalan, kerugian materi, kecelakaan kerja dan kerusakan lingkungan.

 

Penyelidikan lapangan digunakan untuk mengumpulkan data/informasi yang lengkap tentang keberadaan sumber daya alam di suatu tempat. Eksploitasi juga sebagai usaha penambangan dengan maksud untuk menghasilkan bahan galian dan memanfaatkannya.

 

Kegiatan ini dapat dibedakan berdasarkan sifat bahan galiannya yaitu, galian padat dan bahan galian cair serta gas. Sejauh yang diketahu eksplorasi sumberdaya alam masih tetap penjabaran dari paradigm tersebut. Eksploitasi sumberdaya alam yang hanya diarahkan untuk mendukuung pertumbuhan ekonomi tanpa memperhatikan secara keseimbangannya. (diolah dari berbagai sumber/Sri)

Read Me Leave comment

Kandungan Kimia Minyak Bumi

 

 

Minyak bumi terdapat gas di dalamnya dengan komposisi yang berbeda. Gas yang mudah terbakar karena terdapat perangkap dari pengeboran dan proses pengilangan minyak yang dibakar melalui cerobong atau dibuang ke atmosfer. Terdapat beberapa komponen terpenting gas bumi yaitu metana, propan, butana, pentane dan heksana.  Komposisi kandungan minyak dan gas bumi tidak sejenis antara hidrokarbon dan berat.

 

Fisik minyak mudah dikenali dengan jelas, berbeda dengan gas bumi. Pada dasarnya, saat ditemukannya sumur minyak, secara tidak langsung terdapat gas di dalamnya. Karena tidak berwujud dan komposisinya tidak sebanyak minyak, gas bumi yang berasal dari sumur tersebut umumnya dimanfaatkan sebagai energi untuk berbagai kegiatan di sekitar wilayah lapangan produksi minyak itu sendiri (own use).

 

Selain itu, untuk alasan keamanan karena mudah terbakar, gas yang terperangkap dari pengeboran dan proses pengilangan minyak dibakar melalui cerobong (vent sack) atau dibuang ke atmosfer. Tetapi, kegiatan pembakaran gas tersebut menimbulkan pencemaran lingkungan, dan secara tidak langsung juga membuang potensi sumber daya alam lain yang potensial sebagai energi selain minyak.

 

Komponen gas bumi terpenting adalah metana, propan, butana, pentana dan heksana. Jenisnya terdapat associated gas (gas bumi yang terdapat bersama-sama minyak di dalam reservoir/sumur dengan jumlah tidak banyak), dan non-associated gas (gas bumi yang di dalam reservoir, tapi tidak mengandung minyak dalam jumlah yang berarti).

 

Kandungan minyak dan gas bumi di setiap lapangan migas berbeda-beda karena komposisi hidrokarbon dan berat yang tidak sejenis. Sumur produksi dapat menghasilkan fluida yang mengandung campuran minyak, gas dan air. Fluida yang dihasilkan dari beberapa sumur akan dikumpulkan ke pusat pengolahan di suatu stasiun pengumpul (gathering station) untuk memisahkan produk minyak, gas bumi dan komponen lainnya yang dapat diolah menjadi produk petrokimia.

 

Negara yang biasa beli minyak mulai mencari energi alternatif, yaitu gas. Melihat ada peluang permintaan, Indonesia mulai memproduksi liquefied natural gas (LNG) dan liquefied petroleum gas (LPG). Produksi disesuaikan dengan jumlah kebutuhan, baik untuk dalam negeri maupun tujuan ekspor. Sebelumnya, gas bumi yang dihasilkan dibakar percuma dan banyak sumur gas bumi ditutup karena harganya sangat murah.

 

Indonesia pada saat itu pun dikenal sebagai negara eksportir gas terbesar karena kebutuhan untuk dalam negeri dianggap mencukupi sehingga kelebihannya dapat dijual untuk kepentingan pemasukan negara dan menambah cadangan devisa. (diolah dari berbagai sumber/Sri)

 

Read Me Leave comment

Mendongkrak Citra Perusahaan

Perusahaan yang menjalankan program CSR memilik cara pandang dan menjadikan indikator sebagai kesungguhan dalam menjalankannya. Program pelaksanaan CSR merupakan suatu tanggang jawab sosial. Motivasi dalam melaksana CSR untuk mendongkrak dan mengangkat citra perusahaan.

 

Setiap perusahaan memiliki cara pandang yang berbeda terhadap CSR, dan cara pandang yang bisa dijadikan indikator kesungguhan perusahaan tersebut dalam melaksanakan CSR atau hanya sekedar membuat pencitraan di masyarakat. Kategori paradigma perusahaan mempunyai program dalam menerapkan CSR.

 

CSR dapat dipraktekkan lebih karena faktor eksternal, dengan mengendalikan aspek sosial (social driven) maupun mengendalikan aspek lingkungan (environmental driven). Artinya pemenuhan tanggung jawab sosial lebih karena keterpaksaan akibat tuntutan daripada kesukarelaan.

 

Selanjutnya mengendalikan reputasi (reputation driven), yaitu motivasi pelaksanaan CSR untuk mendongkrak citra perusahaan. Korporasi berupaya untuk mendongkrak citra dengan mamanfaatkan peristiwa bencana alam seperti memberi bantuan uang, sembako, medis dan sebagainya, yang kemudian perusahaan berlomba menginformasikan kontribusinya melalui media massa. Tujuannya adalah untuk mengangkat reputasi.

 

Disatu sisi, hal tersebut memang menggembirakan terutama dikaitkan dengan kebutuhan riel atas bantuan bencana dan rasa solidaritas kemanusiaan. Fenomena ini menimbulkan tanda tanya terutama dikaitkan dengan komitmen solidaritas kemanusiaan itu sendiri. Artinya, niatan untuk menyumbang masih diliputi kemauan untuk meraih kesempatan untuk melakukan publikasi positif semisal untuk menjaga atau mendongkrak citra korporasi.

 

Upaya untuk memenuhi kewajiban (compliance). CSR diimplementasikan karena memang ada regulasi, hukum dan aturan yang memaksanya. Misalnya karena ada kendali dalam aspek pasar (market driven). Kesadaran tentang pentingnya mengimplementasikan CSR ini menjadi tren seiring dengan maraknya kepedulian masyarakat global terhadap produk-produk yang ramah lingkungan dan diproduksi dengan memperhatikan kaidah-kaidah sosial.
Kewajiban (compliance) yang dijalankan setiap perusahaan tapi lebih dari sekdar kewajiban (beyond compliance) atau (compliance plus). Diimplementasikan karena memang ada dorongan yang tulus dari dalam (internal driven). Perusahaan telah menyadari bahwa tanggung jawabnya bukan lagi sekedar kegiatan ekonomi untuk menciptakan profit demi kelangsungan bisnisnya, melainkan juga tanggungjawab sosial dan lingkungan. Dasar pemikirannya, menggantungkan semata-mata pada kesehatan finansial tidak akan menjamin perusahaan bisa tumbuh secara berkelanjutan.

 

Perusahaan meyakini bahwa program CSR merupakan investasi demi pertumbuhan dan keberlanjutan (sustainability) usaha. Artinya, CSR bukan lagi dilihat sebagai sentra biaya (cost centre) melainkan sentra laba (profit center) di masa yang akan datang. Logikanya adalah bila CSR diabaikan, kemudian terjadi insiden, maka biaya untuk mengcover resikonya jauh lebih besar ketimbang nilai yang hendak dihemat dari alokasi anggaran CSR itu sendiri. Belum lagi resiko non-finansial yang berpengaruh buruk pada citra korporasi dan kepercayaan masyarakat pada perusahaan.

 

Dengan demikian, CSR bukan lagi sekedar aktifitas tempelan yang kalau terpaksa bisa dikorbankan demi mencapai efisiensi, namun CSR merupakan nyawa korporasi. CSR telah masuk kedalam jantung strategi korporasi. CSR disikapi secara strategis dengan melakukan inisiatif CSR dengan strategi korporsi. Caranya, inisatif CSR dikonsep untuk memperbaiki konteks kompetitif korporasi yang berupa kualitas bisnis tempat korporasi beroperasi. (diolah dari berbagai sumber/Sri)

Read Me Leave comment