Migas News

Sejarah Industri Perminyakan di Tanah Air

Indonesia melakukan pemboran sumur minyak pertama kali dilakukan di daerah Cirebon. Produksi perminyakan di tanah air terus berkembang. Pada tahun 1957 pemerintahan mendirikan sebuah perusahaan minyak nasional. Pada tahun 1971 pemerintah kembali menerbitkan UU No. 8 sebagai memperkokoh perusahaan minyak dan gas bumi milik Negara.

 

Era 1800: Awal Pencarian

Di Indonesia sendiri, pemboran sumur minyak pertama dilakukan oleh Belanda pada tahun 1871 di daerah Cirebon. Namun demikian, sumur produksi pertama adalah sumur Telaga Said di wilayah Sumatera Utara yang dibor pada tahun 1883 yang disusul dengan pendirian Royal Dutch Company di Pangkalan Brandan pada 1885. Sejak era itu, kegiatan ekspolitasi minyak di Indonesia dimulai.

 

Era 1900: Masa Perjuangan

Setelah diproduksikannya sumur Telaga Said, maka kegiatan industri perminyakan di tanah air terus berkembang. Penemuan demi penemuan terus bermunculan. Sampai dengan era 1950an, penemuan sumber minyak baru banyak ditemukan di wilayah Jawa Timur, Sumatera Selatan, Sumatera Tengah, dan Kalimantan Timur. Pada masa ini Indonesia masih dibawah pendudukan Belanda yang dilanjutkan dengan pendudukan Jepang.

 

Ketika pecah Perang Asia Timur Raya produksi minyak mengalami gangguan. Pada masa pendudukan Jepang usaha yang dilakukan hanyalah merehabilitasi lapangan dan sumur yang rusak akibat bumi hangus atau pemboman lalu pada masa perang kemerdekaan produksi minyak terhenti.

 

1957: Tonggak Sejarah Pertamina

Untuk mengelola aset perminyakan tersebut, pemerintah mendirikan sebuah perusahaan minyak nasional pada 10 Desember 1957 dengan nama PT Perusahaan Minyak Nasional, disingkat PERMINA. Perusahaan itu lalu bergabung dengan PERTAMIN menjadi PERTAMINA pada 1968. Untuk memperkokoh perusahaan yang masih muda ini, Pemerintah menerbitkan UU No. 8 pada 1971, yang menempatkan PERTAMINA sebagai perusahaan minyak dan gas bumi milik negara. Berdasarkan UU ini, semua perusahaan minyak yang hendak menjalankan usaha di Indonesia wajib bekerja sama dengan PERTAMINA. Karena itu PERTAMINA memainkan peran ganda yakni sebagai regulator bagi mitra yang menjalin kerja sama melalui mekanisme Kontrak Kerja Sama (KKS) di wilayah kerja (WK) PERTAMINA. Sementara di sisi lain PERTAMINA juga bertindak sebagai operator karena juga menggarap sendiri sebagian wilayah kerjanya.

 

Era 2000: Perubahan Regulasi

Sejalan dengan dinamika industri migas di dalam negeri, Pemerintah menerbitkan Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi No. 22 tahun 2001. Sebagai konsekuensi penerapan UU tersebut, Pertamina beralih bentuk menjadi PT Pertamina (Persero) dan melepaskan peran gandanya. Peran regulator diserahkan ke lembaga pemerintah sedangkan Pertamina hanya memegang satu peran sebagai operator murni.

 

Peran regulator di sektor hulu selanjutnya dijalankan oleh BPMIGAS yang dibentuk pada tahun 2002. Sedangkan peran regulator di sektor hilir dijalankan oleh BPH MIGAS yang dibentuk dua tahun setelahnya pada 2004.

 

Di sektor hulu, Pertamina membentuk sejumlah anak perusahaan sebagai entitas bisnis yang merupakan kepanjangan tangan dalam pengelolaan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak, gas, dan panas bumi, pengelolaan transportasi pipa migas, jasa pemboran, dan pengelolaan portofolio di sektor hulu. Ini merupakan wujud implementasi amanat UU No.22 tahun 2001 yang mewajibkan PT Pertamina (Persero) untuk mendirikan anak perusahaan guna mengelola usaha hulunya sebagai konsekuensi pemisahan usaha hulu dengan hilir.

 

2005: Entitas Bisnis Murni

Atas dasar itulah PT Pertamina EP didirikan pada 13 September 2005. Sejalan dengan pembentukan PT Pertamina EP maka pada tanggal 17 September 2005, PT Pertamina (Persero) telah melaksanakan penandatanganan Kontrak Kerja Sama (KKS) dengan BPMIGAS (sekarang SKKMIGAS) – yang berlaku surut sejak 17 September 2003 – atas seluruh Wilayah Kuasa Pertambangan Migas yang dilimpahkan melalui perundangan yang berlaku. Sebagian besar wilayah PT Pertamina (Persero) tersebut dipisahkan menjadi Wilayah Kerja (WK) PT Pertamina EP. Pada saat bersamaan, PT Pertamina EP juga melaksanakan penandatanganan KKS dengan BPMIGAS (sekarang SKKMIGAS) yang berlaku sejak 17 September 2005.

 

Dengan demikian WK PT Pertamina EP adalah WK yang dahulu dikelola oleh PT Pertamina (Persero) sendiri dan WK yang dikelola PT Pertamina (Persero) melalui TAC (Technical Assistance Contract) dan JOB EOR (Joint Operating Body Enhanced Oil Recovery).

 

Dengan tingkat pertumbuhan produksi rata-rata 6-7 persen per tahun, PT Pertamina EP memiliki modal optimisme kuat untuk tetap menjadi penyumbang laba terbesar PT Pertamina (Persero). Keyakinan itu juga sekaligus untuk menjawab tantangan pemeritah dan masyarakat yang menginginkan peningkatan produksi migas nasional. (diolah dari berbagai sumber)

 

Read Me Leave comment

Comdev ; Pengembangan Manusia Seutuhnya

Masyarakat mengharapkan kehidupan yang lebih baik. Kesejahteraan akan didapatkan tatkala masyarakat mampu mengembangkan dirinya secara sosial dan ekonomi. Dengan perencanaan yang baik, komunitas-komunitas masyarakat dapat bermitra dengan pemerintah atau pihak swasta. Usaha sinergi dengan para pihak akan melahirkan peran-peran sosial dan ekonomi baru.

 

Comdev atau Community Development dimaknai secara sederhana sebagai pengembangan masyarakat. Upaya Pengembangan Komunitas (Community Development/CD) telah banyak dilakukan.  Sebelum melakukan pengembangan komunitas, penting bagi setiap orang untuk memahami beberapa istilah dasar yang berkaitan dengan itu.

 

Konsep Community Development sudah dikenal luas oleh masyarakat. Meskipun konsep awalnya bukan Community Development, tetapi substansi darinya sangat cocok dengan penerapan Community Development yang ada sekarang. Comdev telah menjadi satu hal yang terkadang secara eksplisist maupun implisist terlihat dalam setiap tujuan dari komunitas masyarakat, pengharapan akan kehidupan yang lebih baik, dan bertujuan mencapai suatu usaha kolektif menjadi sejarah awal munculnya gagasan comdev sendiri.

 

Konsep Community Development merupakan istilah yang dimaksudkan untuk mewakili pemikiran tentang pengembangan masyarakat dalam konteks pembangunan sumber daya manusia ke arah kemandirian. Kehadiran perusahaan (privat service) di tengah kehidupan masyarakat dengan berbagai kegiatannya menimbulkan ketidaksetaraan sosial ekonomi anggota masyarakat lokal dengan perusahaan ataupun pendatang lainnya, sehingga diperlukan suatu kebijakan untuk meningkatkan daya saing dan kemandirian masyarakat lokal.

 

Community Development yang dimaknai sebagai pengembangan masyarakat terdiri dari dua konsep, yaitu ‘pengembangan’ dan ‘masyarakat’. Secara singkat, ‘pengembangan atau pembangunan’ merupakan usaha bersama dan terencana untuk meningkatkan kualitas kehidupan manusia pada umumnya. Bidang-bidang pembangunan biasanya meliputi berbagai sektor kehidupan, yaitu sektor ekonomi, sektor pendidikan, kesehatan dan sosial budaya.

 

Upaya Pengembangan Komunitas (Community Development/CD) telah banyak dilakukan; Atau setidaknya diakui oleh berbagai pihak telah berpengalaman melakukannya.  Tetapi, kenyataan menunjukkan bahwa cukup banyak pihak yang sesungguhnya belum cukup memahami makna pengembangan komunitas itu sendiri; Falsafahnya, prinsip-prinsipnya dan berbagai aspek terkait lainnya.

 

Seringkali pengertian atas berbagai istilah yang terkait dengan pengembangan komunitas itu dipahami sama atau bahkan dicampur-adukkan satu sama lain.  Karena itu sebelum mampu melakukan pengembangan komunitas dengan baik, adalah penting bagi setiap orang untuk memahami beberapa istilah dasar yang berkaitan dengan itu. (diolah dari berbagai sumber)

Read Me Leave comment

SEJARAH SINGKAT INDUSTRI MINYAK BUMI

Teknologi semakin maju setiap tahunnya. Dibalik kemajuan teknologi, indonesia juga mempunyai sejarah tentang produksi minyak bumi nasional yang cukup membanggakan tentang pengembangan minyak bumi ini. Minyak bumi yang dihasilkan berasal dari perut bumi.

 

Industri minyak bumi modern lahir 145 tahun yang lalu di Titusville, Pennsylvania, Amerika Serikat (AS) ketika Edwin Drake sukses melakukan pemboran pertama minyak bumi di AS. Kala itu hampir tidak ada yang mengkhawatirkan berapa lama lagi perut bumi menyediakan minyaknya untuk dambil.

 

Tetapi sejak produksi minyak di AS memuncak sekitar 1970, sejumlah ahli geologi, ahli ekonomi dan analis industri mulai mempertimbangkan sebuah pertanyaan, berapa lama lagi pasokan minyak bumi dunia bisa memenuhi permintaan yang terus meningkat, Jika melihat jumlah kendaraan yang mengonsumsi bahan bakar yang bersumber dari minyak bumi ini, juga industri lain yang menggunakannya, bisa jadi minyak bumi akan habis dalam beberapa dekade yang akan datang.

 

Kemudian dilakukan peninjauan ulang hipotesis Lomonosov itu. Pada abad ke-19, hipotesis ini ditolak oleh seorang geolog Jerman bernama Alexander von Humboldt, dan ahli kimia termodinamik Perancis, Louis Joseph Gay-Lussac. Menurut mereka, minyak bumi adalah materi primordial (purba) yang memancar dari tempat yang sangat dalam, dan tak ada hubungannya dengan materi biologis dari permukaan bumi.

 

Pakar kimia Prancis Marcellin Berthelot adalah orang pertama yang melakukan percobaan yang melibatkan serangkaian apa yang sekarang disebut sebagai reaksi Kolbe dan menunjukkan bahwa minyak bumi bisa dihasilkan dengan melarutkan baja dengan asam kuat tanpa melibatkan molekul atau proses biologis.

 

Ahli kimia Rusia, Dmitri Mendeleev juga menguji dan menolak hipotesis Lomonosov. Mendeleev menyatakan dengan jelas bahwa minyak bumi merupakan bahan primordial yang keluar dari kedalaman yang jauh. Dengan persepsi yang luar biasa, Mendeleev membuat hipotesis tentang adanya struktur geologi yang ia sebut “patahan dalam” (deep fault) tempat minyak bumi melaluinya dari kedalaman.

 

Pada 1951, dalam sebuah kongres geologi minyak bumi, seorang geolog asal Rusia Nikolai  A. Kudryavtsev mengajukan teori asal-usul minyak bumi abiotik atau abiogenik, setelah menganalisis hipotesis Lomonosov yang terbukti salah. Inilah untuk pertama kalinya teori abiotik modern dicanangkan untuk mengganti teori konvensional.

 

Kudryavtsev tidaklah sendiri, dia mendapat banyak dukungan termasuk dari para ilmuwan barat, seperti Thomas Gold dan Dr JF Kenney.  Bahkan Kenney bersama ilmuwan Rusia lainnya benar-benar mampu membangun reaktor dan membuktikan minyak bumi bisa dihasilkan dari kalsium karbonat dan oksida besi, dua senyawa yang melimpah di kerak bumi.

 

Baru-baru ini, para peneliti dari Royal Institute of Technology  di Stockholm, Swedia telah berhasil membuktikan bahwa fosil-fosil dari hewan dan tumbuhan tidak lagi diperlukan untuk menghasilkan minyak mentah. Temuan ini begitu revolusioner karena sangatlah berarti, di satu sisi akan memudahkan menemukan sumber-sumber energi, di sisi lain sumber energi ini dapat ditemukan di seluruh dunia.

 

Vladimir Kutcherov, profesor yang memimpin riset ini,telah melakukan simulasi suatu proses yang melibatkan tekanan dan panas yang terjadi secara alami di lapisan dalam bumi, proses yang menghasilkan hidrokarbon, komponen utama dalam minyak dan gas alam. Menurut Kutcherov, penemuan ini mengindikasikan dengan jelas bahwa pasokan minyak bumi tidak akan habis. “Tidak ada keraguan bahwa penelitian kami membuktikan bahwa minyak mentah dan gas alam yang dihasilkan, tanpa melibatkan fosil.

 

Semua jenis batuan dasar dapat berfungsi sebagai reservoir minyak,” kata Vladimir Kutcherov kepada Science Daily, baru-baru ini. Kutcherov pun mampu membuktikan bahwa hidrokarbon dapat dibuat  dari air, kalsium karbonat  dan zat besi. Ini berarti  minyak bumi merupakan sumber energi berkelanjutan dan terbarukan.

 

Proses abiotik untuk menghasilkan minyak bumi dimungkinkan lewat proses yang disebut Fischer-Tropsch, reaksi kimia yang mengubah campuran karbonmonoksida dan hidrogen menjadi hidrokarbon cair. Proses ini dikembangkan dan dipatenkan pada tahun 1920, kemudian digunakan selama Perang Dunia II  oleh Jerman dan Jepang.

 

Minyak Bumi (bahasa Inggris: petroleum, dari bahasa Latin petrus – karang dan oleum – minyak), dijuluki juga sebagai emas hitam, adalah cairan kental, berwarna coklat gelap, atau kehijauan yang mudah terbakar, yang berada di lapisan atas dari beberapa area di kerak bumi. Minyak Bumi terdiri dari campuran kompleks dari berbagai hidrokarbon, sebagian besar seri alkana, tetapi bervariasi dalam penampilan, komposisi, dan kemurniannya.

 

Minyak Bumi diambil dari sumur minyak di pertambangan-pertambangan minyak. Lokasi sumur-sumur minyak ini didapatkan setelah melalui proses studi geologi, analisis sedimen, karakter dan struktur sumber, dan berbagai macam studi lainnya.

 

Setelah itu, minyak Bumi akan diproses di tempat pengilangan minyak dan dipisah-pisahkan hasilnya berdasarkan titik didihnya sehingga menghasilkan berbagai macam bahan bakar, mulai dari bensin dan minyak tanah sampai aspal dan berbagai reagen kimia yang dibutuhkan untuk membuat plastik dan obat-obatan. Minyak Bumi digunakan untuk memproduksi berbagai macam barang dan material yang dibutuhkan manusia. (diolah dari berbagai sumber)

 

Read Me 1 Comment

Apasih Gas Bumi itu ??

Negara Indonesia mempunyai banyak sumber daya alam yang beraneka ragam. Salah satu sumber daya alam yang bermanfaat seperti batubara, minyak dan gas bumi. Minyak sangatlah mudah dikenali dengan jelas berbeda dengan gas bumi. Sumur minyak, secara tidak langsung terdapat gas di dalamnya. Gas bumi yang berasal dari sumur tersebut dapat dimanfaatkan sebagai energy untuk berbagai kegiatan di sekitar wilayah lapangan produksi minyak itu sendiri.

 

Gas alam seperti juga minyak bumi merupakan senyawa hidrokarbon (Cn H2n+2) yang terdiri dari campuran beberapa macam gas hidrokarbon yang mudah terbakar dan non-hidrokarbon seperti N2, CO2 dan H2S. Gas Alam Gas alam sering juga disebut sebagai gas bumi atau gas rawa, adalah bahan bakar fosil berbentuk gas yang terutama terdiri dari metana (CH4). Ia dapat ditemukan di ladang minyak, ladang gas bumi dan juga tambang batu bara.

 

Ketika gas yang kaya dengan metana diproduksi melalui pembusukan oleh bakteri anaerobik dari bahan-bahan organik selain dari fosil, maka ia disebut biogas. Sumber biogas dapat ditemukan di rawa-rawa, tempat pembuangan akhir sampah, serta penampungan kotoran manusia dan hewan.

 

Saat ini cadangan gas alam yang dimiliki Indonesia diperkirakan sebesar 134,0 triliun kaki kubik (TCF) yang tersebar di Aceh, Umumnya gas yang terbentuk sebagian besar dari metan CH4, dan dapat juga termasuk etan C2H6 dan propan C3H8. Komposisi gas alam bervariasi, tetapi umumnya tipikal gas alam (sebelum dilakukan pemrosesan) adalah seperti pada tabel di bawah ini.

 

Gas alam yang didapat dari dalam sumur di bawah bumi, biasanya ber-gabung dengan minyak bumi. Gas ini disebut sebagai gas associated. Ada juga sumur yang khusus menghasilkan gas, sehingga gas yang dihasilkan disebut gas non associated. Sekali dibawa ke atas permukaan bumi, terhadap gas dila-kukan pemisahan untuk menghilang-kan impurities seperti air, gas-gas lain, pasir dan senyawa lainnya.

 

Beberapa gas hidrokarbon seperti propan (C3H8) dan butan (C4H10) dipisahkan dan dijual secara terpisah. Setelah diproses, gas alam yang bersih ditransmisikan ke titik-titik penggunaan melalui jaringan pipa, yang jauhnya dapat mencapai ribuan kilometer. Gas alam yang dikirim melalui pipa tersebut merupakan gas alam dalam bentuk yang murni karena hampir seluruhnya adalah metan (CH4).

 

Gas alam yang dikirim tersebut merupa-kan ‘dry gas’ atau ‘gas kering’. Metan adalah molekul yang dibentuk oleh satu atom karbon dan empat atom hidrogen sebagai CH4. Gas metan mudah terbakar dimana secara kimia terjadi reaksi antara metan dan oksigen yang hasilnya berupa karbon di-oksida (CO2), air (H2O) ditambah sejumlah besar energi, sebagaimana persamaan berikut : CH4[g] + 2 O2[g] CO2[g] + 2 H2O[50] + 891 kJ. (diolah dari berbagai sumber)

 

Read Me Leave comment

Dana Bagi Hasil Migas Bojonegoro Tembus Rp1,3 Triliun

Dilansir dari (industri.bisnis.com) Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, optimistis perolehan dana bagi hasil (DBH) migas 2018 yang diproyeksikan sebesar Rp1,3 triliun akan tercapai meskipun harus membayar sisa salur DBH migas sebesar Rp290 miliar.

“Perolehan DBH migas 2018 bisa aman karena ada tambahan DBH migas triwulan IV sebesar Rp314 miliar yang akan diterima daerah pada 2018,” kata Kepala Badan Pendapatan Daerah Pemkab Bojonegoro Herry Sudjarwo, di Bojonegoro, Minggu (3/12).

Kementerian Keuangan, kata dia, sudah mengeluarkan surat keputusan terkait perolehan DBH migas daerahnya pada 2018 yang ditetapkan sebesar Rp1,3 triliun meningkat dibandingkan tahun ini yang perolehannya hanya sekitar Rp766 miliar.

“Perolehan DBH migas 2018 berdasarkan Kementerian Keuangan jauh lebih besar dibandingkan 2017, karena produksi minyak Blok Cepu meningkat, juga harga minyak dunia cenderung stabil,” ucap dia menegaskan.

Lebih lanjut ia menjelaskan daerahnya akan menerima tambahan DBH migas triwulan IV 2017 yang akan diterima pada 2018 sebesar Rp314 miliar. Kebiasaan selama ini DBH migas triwulan IV selalu didistribusikan di tahun berikutnya, sehingga perolehannya akan menambah DBH migas 2018.

Dengan adanya pembayaran angsuran “cost recovery” yang merupakan sisa salur 2014 sebesar Rp290 miliar, maka perolehan DBH migas pada 2018 masih aman sekitar Rp1 trilun, dengan dikurangi perolehan DBH migas triwulan IV 2018 yang didistribusikan di tahun berikutnya.

“Perolehan DBH migas masih aman sekitar Rp1 triliun lebih, meskipun daerah harus membayar “cost recovery”,” kata dia menegaskan.

Namun, menurut dia, perolehan DBH migas bisa terganggu kalau saja ada penurunan harga minyak dunia, selain penurunan produksi minyak secara tajam.

Ia mencontohkan daerahnya beberapa tahun lalu pernah mengalami penurunan perolehan DBH migas ketika harga minyak yang semula sempat mencapai 100 dolar Amerika Serikat turun drastis menjadi di bawah 50 dolar Amerika Serikat.

Akibat adanya penurunan perolehan DBH migas itu menganggu program pembangunan yang sudah dialokasikan di dalam APBD melalui anggaran DBH migas.

“Tapi sepertinya pada 2018 alokasi anggaran pembangunan di dalam APBD aman,” ucapnya.

Ia menambahkan Kementerian Keuangan tetap menetapkan daerahnya harus membayar “cost recovery” proyek minyak Blok Cepu sebesar Rp550 miliar dalam tiga tahun.

“Pemkab mengusulkan pembayaran “cost recovery” dalam tiga tahun tidak disetujui,” ujarnya.

Sumber : Antara

Read Me Leave comment

CSR Migas Tingkatkan Perekonomian Daerah

Bojonegoro, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said mengharapkan agar manfaat CSR yang diberikan oleh perusahaan-perusahaan di sektor ESDM tidak hanya dirasakan oleh masyarakat sekitar, tetapi juga dapat menggerakkan perekonomian daerah.

Harapan itu disampaikannya ketika menghadiri acara evaluasi partisipatif program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Proyek Banyu Urip di Bojonegoro, Jawa Timur, Jumat (10/7). Hadir dalam acara ini, Bupati Bojonegoro, Pimpinan DPRD Kabupaten Bojonegoro, Kepala SKK Migas, Presiden ExxonMobil Cepu serta beberapa pejabat di lingkungan Kementerian ESDM.

Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Proyek Banyu Urip merupakan kerja sama antara mitra Blok Cepu , PT Pertamina EP Cepu, ExxonMobil dan Badan Kerja Sama PI Blok Cepu, serta dukungan SKK Migas. Program yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat sekitar proyek guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar ini, terdiri dari program peningkatan mata pencaharian keluarga, inkubator bisnis, biogas, kewirusahaan pemuda, agen teknologi perempuan dan pelatihan kejuruan.

Dalam sambutannya pada acara tersebut, Sudirman Said mengungkapkan harapannya terkait program CSR ini. “Saya berharap dengan dibangunnya infrastruktur, cara mengelola sumber daya alam serta membangun industri yang baik, keberadaan sumber daya alam migas kemudian tidak selesai hanya pada ketika diambil tetapi efek berkelanjutannya dapat terus dirasakan oleh masyarakat sekitar. Sehingga energi kedepan tidak boleh lagi semata-mata diberlakukan sebagai komoditi, tetapi energi harus dijadikan modal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” paparnya.

Sudirman juga yakin, apabila KKKS yang ada di Indonesia dapat bekerja sama dengan Pemerintah Daerah melalui program CSR, akan mampu meningkatkan perekonomian daerah-daerah di Indonesia. Program pengembangan ekonomi di sekitar proyek Banyu Urip ini contohnya, sejak 2005 telah memberikan dukungan senilai US$ 1,1 juta atau setara dengan Rp 15 milyar. Dukungan tersebut merupakan non cost recovery yang ditujukan bagi peningkatkan keterampilan kewirausahaan bagi masyarakat serta penyediaan akses pinjaman mikro bagi perempuan.

Program pinjaman mikro memiliki lebih dari Rp100 milyar dana bergulir dengan hampir 100% pinjaman berkinerja baik. Program tersebut bertujuan memperluas akses masyarakat kepada aktivitas perekonomian produktif dan telah memberikan manfaat bagi lebih dari 22.000 orang. “Saya berharap dan akan tetap mendorong seluruh KKKS agar berinisiatif memberikan bantuan kepada masyarakat di sekitar lokasi proyek, melalui program CSR yang ada,” tegas Sudirman Said.

Dia juga berharap program-program CSR serupa dapat semakin ditingkatkan dan diikuti oleh perusahaan-perusahaan minyak lainnya

Read Me Leave comment

PRESIDEN RI Meresmikan 17 Lembaga Penyalur BBM 1 HARGA DI PONTIANAK 29 DESEMBER 2017

Presiden RI, Joko Widodo meresmikan 17 Lembaga Penyalur BBM 1 Harga (16 SPBU dari PT. Pertamina (Persero) dan 1 SPBKB dari swasta AKR Corporindo Tbk) di TBBM Pontianak yang didampingi Menteri ESDM Ignatius Jonan, Menteri BUMN Rini Sumarmo, Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa dan dari Parlemen turut hadir Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Satya Wira Yudha serta Dirut PT Pertamina Elia Mas.

Terdapat 16 Lembaga Penyalur milik PT Pertamina (Persero) yang diresmikan oleh Presiden RI pada hari ini :

4 SPBU di Provinsi Kepulauan Riau,

1 SPBU di Provinsi Jawa Timur,

2 SPBU di Provinsi Kalimantan Barat,

2 SPBU di Provinsi Kalimantan Timur,

1 SPBU di Provinsi Kalimantan Utara,

1 SPBU di Provinsi Sulawesi Tenggara,

1 SPBU di Provinsi Maluku Utara,

3 SPBU di Provinsi Papua,

1 SPBU di Provinsi Papua Barat.

Dan 1 lembaga penyalur milik PT AKR yang siap beroperasi di Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat.

Dengan demikian total yang sudah diresmikan sebanyak 57 Lembaga Penyalur pada tahun 2017 adalah:

54 titik SPBU milik PT Pertamina Persero

3 titik milik PT AKR (2 sudah diresmikan, 1 siap beroperasi)

Ini berarti sudah melampaui target pemerintah yang menargetkan 54 Lembaga Penyalur untuk Tahun 2017.

BPH Migas menginstruksikan PT. Pertamina dan PT. AKR tidak hanya menjaga harga BBM Satu harga (Solar dan Premium) tetapi harus menjamin ketersediaan dan menjamin distribusi BBM tersebut sehingga tepat sasaran dan tepat peruntukkan untuk masyarakat.( Sumber bph migas )

Read Me Leave comment

Sebab Lifting Migas RI di 2017 Tak Tercapai

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkap sebab produksi siap jual (lifting) migas tidak mencapai target. Pada 2017 lifting migas hanya 98,9 persen dari target Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBNP).

Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi mengatakan, ada beberapa penyebab lifting migas tak tercapai. Pertama, terlalu luasnya wilayah kerja migas, sehingga terjadi ketidakakuratan data dan kegiatan pencarian migas ada yang tidak terlaksana

Kalau penyebabnya macam-macam, kita mesti lihat Pertamina EP hanya mencapai 94,9 persen Pertamina EP karena saking luasnya wilayah kerja ada data kurang lengkap,” kata Amien, di Kantor SKK Migas, Jakarta, Jumat (5/1/2018).

‎Menurut Amien, tidak tercapainya target tersebut ‎merupakan dampak penurunan produksi migas alamiah, karena diakibatkan usia sumur yang sudah udzur sehingga produksinya tidak optimal.

“Seperti Total ‎E&P banyak transisi, Mahakam lapangan sudah tua butuh intervesi agresif, kalau lapangan sudah tua butuh intervesi,”ujarnya.

Untuk diketahui, total lifting migas Indonesia sepanjang 2017 mencapai 1,944 juta barel setara minyak (Barel Oil Equivalent per Day/BOEPD), produksi tersebut berasal dari 73 Wilayah Kerja (WK) atau blok migas yang berproduksi.

Menurut Amien, capaian lifting tersebut 98,9 persen dari target yang ditetapkan Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2017 sebesar 1,965 ribu BOEPD.

“Lifting migas 2017 hanya 98,9 persen dari target APBNP 2017,” tutur Amien.

‎Amien merinci, untuk realisasi lifting minyak bumi sebesar Rp 803,8 ribu barel per hari (Barel Oil per Day/BOPD), atau lebih rendah 98,6 persen dari target APBNP 2017 sebesr 815 ribu BOPD.

Sedangkan realisasi lifting gas bumi sebesar 6,386 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) atau 99,2 persen dari target APBNP 2017 sebesar 6,440 MMSCFD.

“Kami berusaha seoptimal mungkin untuk menekan penurunan produksi alamiah dengan percepatan penyelesaian proyek dan mendorong kegiatan yang menjaga tingkat produksi,” tutup Amien.(Liputan6.com)

Read Me Leave comment

Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!

Read Me 1 Comment