Eksploitasi Mendukung Ekonomi

 

Kegiatan eksplorasi sangat penting dilakukan. Pengusahaan bahan tambang dilaksanakan mengingat keberadaan bahan galian yang penyebarannya tidak merata.  Kegiatan eksplorasi ini sifatnya sementara yang suatu saat akan habis tergali.

 

Penyelidikan sangat diperlukan untuk menentukan lokasi sebaran, kualitas dan jumlah cadangan. Perusahaan melakukan kegiatan tersebut agar tidak membuang tenaga dan modal, disamping untuk mengurangi resiko kegagalan, kerugian materi, kecelakaan kerja dan kerusakan lingkungan.

 

Penyelidikan lapangan digunakan untuk mengumpulkan data/informasi yang lengkap tentang keberadaan sumber daya alam di suatu tempat. Eksploitasi juga sebagai usaha penambangan dengan maksud untuk menghasilkan bahan galian dan memanfaatkannya.

 

Kegiatan ini dapat dibedakan berdasarkan sifat bahan galiannya yaitu, galian padat dan bahan galian cair serta gas. Sejauh yang diketahu eksplorasi sumberdaya alam masih tetap penjabaran dari paradigm tersebut. Eksploitasi sumberdaya alam yang hanya diarahkan untuk mendukuung pertumbuhan ekonomi tanpa memperhatikan secara keseimbangannya. (diolah dari berbagai sumber/Sri)

Read Me Leave comment

Hasil Olahan Perut Bumi

 

 

Minyak bumi merupakan salah satu sumber energi dunia saat ini, tapi minyak mentah yang diperoleh dari sumur harus melalui tahap pengilangan agar diperoleh produk-produk yang dapat digunakan, salah satunya adalah dalam bentuk bahan bakar.

 

Produk Hasil Pengilangan Minyak Bumi

Cukup banyak produk-produk hasil pengolahan minyak mentah yang dihasilkan dari kilang. Namun, hanya beberapa saja yang familiar bagi masyarakat, contohnya bensin, solar dan minyak tanah. Agar dapat mengetahui mengenai jenis-jenis produk hasil pengilangan/penyulingan minyak mentah, di bawah ini telah dituliskan jenis-jenisnya.
 

LPG ( Liquefied Petroleum Gas)

Secara umum, LPG merupakan salah satu produk hasil penyulingan minyak mentah berupa gas cair. Unsur utamanya berupa hidrokarbon ringan, seperti propana (C3H8), butana (C4H10), serta terdapat juga sejumlah kecil etana (C2H6) dan pentana (C5H12). Dari segi penggunaannya, LPG umumnya dimanfaatkan sebagai bahan bakar industri dan rumah tangga. Bahkan, saat ini sudah ada kendaraan bermotor yang telah menggunakan gas terutama LPG sebagai bahan bakarnya.
 

Avtur (Aviation Turbine)

Bahan bakar Avtur atau disebut juga dengan Jet-A1 merupakan bahan bakar untuk pesawat terbang yang menggunakan mesin turbin. Bahan bakar ini dibuat dari kerosene (minyak tanah). Karena terbuat dari kerosene, makas sifat avtur dan minyak tanah sangat mirip, seperti memiliki rentang rantai karbon serta senyawa hidrokarbon yang sama (parafinik dan naftenik).

 

Avgas (Aviation Gasoline)

Sama halnya dengan avtur, produk hasil olahan minyak bumi ini juga bisa dikatakan cukup asing di telinga masyarakat. Avgas adalah bahan bakar minyak yang dibuat khusus untuk pesawat terbang dengan mesin yang memiliki ruang pembakaran internal dan bermesin piston (piston engine). Selain digunakan sebagai bahan bakar pesawat, avgas juga digunakan sebagai bahan bakar untuk mobil balap dan pesawat tempur. Avgas diperoleh dari hasil pengembangan gasoline (bensin), pengembangannya meliputi titik nyala, titik beku dan volality.
 

Bensin

Bensin atau dalam bahasa Inggris disebut gasoline adalah salah satu produk hasil olahan minyak bumi yang cukup familiar di telinga masyarakat. Komponen utama yang terdapat pada bensin ialah oktana dan n-heptana. Sebagai bahan bakar kendaraan bermotor, kualitas bensin ditentukan oleh karakteristik jumlah oktan, sama halnya dengan avgas Bilangan oktan pada bensin menunjukkan seberapa besar tenaga yang diberikan terhadap mesin sebelum bensin terbakar habis, serta mewakili karakteristik anti ketukan yang terjadi pada mesin ketika pembakaran sedang berlangsung. Jadi, semakin tinggi jumlah oktan pada bensin maka semakin tinggi juga kualitas bensin tersebut.
 

 

Kerosin (Kerosene)

Kerosin atau lebih identik dengan sebutan minyak tanah merupakan cairan yang tidak berwarna dan mudah terbakar. Kerosin diperoleh dari tahap distilasi minyak bumi dengan suhu 150-275°C dan rentang rantai karbon antara C12-C15. Untuk mengurangi kadar belerang serta pengaratannya, maka kerosin akan diolah lebih khusus pada unit Merox atau Hydrotreater,  serta kualitasnya sebagai bahan bakar minyak akan ditingkatkan di unit hydrocracking.
 

Solar (Diesel)

Solar atau diesel umumnya digunakan sebagai bahan bakar untuk pembakaran pada mesin-mesin diesel, entah itu mesin kendaraan maupun mesin-mesin industri. Solar diperoleh dari proses distilasi minyak mentah pada suhu 200-300°C. Sifat umum pada solar yaitu tidak berwarna atau sedikit kekuning-kuningan, tidak mudah menguap pada temperatur normal, memiliki kandungan sulfur yang lebih tinggi bila dibanding dengan bensin dan kerosin. Selain itu, solar juga memiliki titik nyala yang jauh lebih tingg, yakni antara antara 40-100°C.

 

Aspal

Hasil pengilangan minyak bumi ternyata benar-benar berkaitan erat dengan kendaraan bermotor. Selain sebagai bahan bakar kendaraan, kali ini penulis akan membahas tentang aspal yang sejatinya digunakan untuk membangun jalur transportasi/jalan raya. Aspal adalah hidrokarbon yang bersifat kental dan melekat (adhesive), berwarna cokelat hitam, tahan terhadap air serta mengandung sulfur, oksigen dan klor yang sangat tinggi.

 

Aspal berasal dari fraksi berat minyak bumi (residu) yang diolah menjadi dua jenis, yaitu aspal padat dan aspal cair. Fungsi utama aspal pada jalan raya yaitu: untuk mengikat batuan agar tidak terlepas dari permukaan jalan, sebagai bahan pelapis dan perekat, sebagai pengisi ruang kosong antara agregat kasar, agregat halus dan agregat filter. (diolah dari berbagai sumber/Sri)

Read Me Leave comment

Kandungan Kimia Minyak Bumi

 

 

Minyak bumi terdapat gas di dalamnya dengan komposisi yang berbeda. Gas yang mudah terbakar karena terdapat perangkap dari pengeboran dan proses pengilangan minyak yang dibakar melalui cerobong atau dibuang ke atmosfer. Terdapat beberapa komponen terpenting gas bumi yaitu metana, propan, butana, pentane dan heksana.  Komposisi kandungan minyak dan gas bumi tidak sejenis antara hidrokarbon dan berat.

 

Fisik minyak mudah dikenali dengan jelas, berbeda dengan gas bumi. Pada dasarnya, saat ditemukannya sumur minyak, secara tidak langsung terdapat gas di dalamnya. Karena tidak berwujud dan komposisinya tidak sebanyak minyak, gas bumi yang berasal dari sumur tersebut umumnya dimanfaatkan sebagai energi untuk berbagai kegiatan di sekitar wilayah lapangan produksi minyak itu sendiri (own use).

 

Selain itu, untuk alasan keamanan karena mudah terbakar, gas yang terperangkap dari pengeboran dan proses pengilangan minyak dibakar melalui cerobong (vent sack) atau dibuang ke atmosfer. Tetapi, kegiatan pembakaran gas tersebut menimbulkan pencemaran lingkungan, dan secara tidak langsung juga membuang potensi sumber daya alam lain yang potensial sebagai energi selain minyak.

 

Komponen gas bumi terpenting adalah metana, propan, butana, pentana dan heksana. Jenisnya terdapat associated gas (gas bumi yang terdapat bersama-sama minyak di dalam reservoir/sumur dengan jumlah tidak banyak), dan non-associated gas (gas bumi yang di dalam reservoir, tapi tidak mengandung minyak dalam jumlah yang berarti).

 

Kandungan minyak dan gas bumi di setiap lapangan migas berbeda-beda karena komposisi hidrokarbon dan berat yang tidak sejenis. Sumur produksi dapat menghasilkan fluida yang mengandung campuran minyak, gas dan air. Fluida yang dihasilkan dari beberapa sumur akan dikumpulkan ke pusat pengolahan di suatu stasiun pengumpul (gathering station) untuk memisahkan produk minyak, gas bumi dan komponen lainnya yang dapat diolah menjadi produk petrokimia.

 

Negara yang biasa beli minyak mulai mencari energi alternatif, yaitu gas. Melihat ada peluang permintaan, Indonesia mulai memproduksi liquefied natural gas (LNG) dan liquefied petroleum gas (LPG). Produksi disesuaikan dengan jumlah kebutuhan, baik untuk dalam negeri maupun tujuan ekspor. Sebelumnya, gas bumi yang dihasilkan dibakar percuma dan banyak sumur gas bumi ditutup karena harganya sangat murah.

 

Indonesia pada saat itu pun dikenal sebagai negara eksportir gas terbesar karena kebutuhan untuk dalam negeri dianggap mencukupi sehingga kelebihannya dapat dijual untuk kepentingan pemasukan negara dan menambah cadangan devisa. (diolah dari berbagai sumber/Sri)

 

Read Me Leave comment

Mendongkrak Citra Perusahaan

Perusahaan yang menjalankan program CSR memilik cara pandang dan menjadikan indikator sebagai kesungguhan dalam menjalankannya. Program pelaksanaan CSR merupakan suatu tanggang jawab sosial. Motivasi dalam melaksana CSR untuk mendongkrak dan mengangkat citra perusahaan.

 

Setiap perusahaan memiliki cara pandang yang berbeda terhadap CSR, dan cara pandang yang bisa dijadikan indikator kesungguhan perusahaan tersebut dalam melaksanakan CSR atau hanya sekedar membuat pencitraan di masyarakat. Kategori paradigma perusahaan mempunyai program dalam menerapkan CSR.

 

CSR dapat dipraktekkan lebih karena faktor eksternal, dengan mengendalikan aspek sosial (social driven) maupun mengendalikan aspek lingkungan (environmental driven). Artinya pemenuhan tanggung jawab sosial lebih karena keterpaksaan akibat tuntutan daripada kesukarelaan.

 

Selanjutnya mengendalikan reputasi (reputation driven), yaitu motivasi pelaksanaan CSR untuk mendongkrak citra perusahaan. Korporasi berupaya untuk mendongkrak citra dengan mamanfaatkan peristiwa bencana alam seperti memberi bantuan uang, sembako, medis dan sebagainya, yang kemudian perusahaan berlomba menginformasikan kontribusinya melalui media massa. Tujuannya adalah untuk mengangkat reputasi.

 

Disatu sisi, hal tersebut memang menggembirakan terutama dikaitkan dengan kebutuhan riel atas bantuan bencana dan rasa solidaritas kemanusiaan. Fenomena ini menimbulkan tanda tanya terutama dikaitkan dengan komitmen solidaritas kemanusiaan itu sendiri. Artinya, niatan untuk menyumbang masih diliputi kemauan untuk meraih kesempatan untuk melakukan publikasi positif semisal untuk menjaga atau mendongkrak citra korporasi.

 

Upaya untuk memenuhi kewajiban (compliance). CSR diimplementasikan karena memang ada regulasi, hukum dan aturan yang memaksanya. Misalnya karena ada kendali dalam aspek pasar (market driven). Kesadaran tentang pentingnya mengimplementasikan CSR ini menjadi tren seiring dengan maraknya kepedulian masyarakat global terhadap produk-produk yang ramah lingkungan dan diproduksi dengan memperhatikan kaidah-kaidah sosial.
Kewajiban (compliance) yang dijalankan setiap perusahaan tapi lebih dari sekdar kewajiban (beyond compliance) atau (compliance plus). Diimplementasikan karena memang ada dorongan yang tulus dari dalam (internal driven). Perusahaan telah menyadari bahwa tanggung jawabnya bukan lagi sekedar kegiatan ekonomi untuk menciptakan profit demi kelangsungan bisnisnya, melainkan juga tanggungjawab sosial dan lingkungan. Dasar pemikirannya, menggantungkan semata-mata pada kesehatan finansial tidak akan menjamin perusahaan bisa tumbuh secara berkelanjutan.

 

Perusahaan meyakini bahwa program CSR merupakan investasi demi pertumbuhan dan keberlanjutan (sustainability) usaha. Artinya, CSR bukan lagi dilihat sebagai sentra biaya (cost centre) melainkan sentra laba (profit center) di masa yang akan datang. Logikanya adalah bila CSR diabaikan, kemudian terjadi insiden, maka biaya untuk mengcover resikonya jauh lebih besar ketimbang nilai yang hendak dihemat dari alokasi anggaran CSR itu sendiri. Belum lagi resiko non-finansial yang berpengaruh buruk pada citra korporasi dan kepercayaan masyarakat pada perusahaan.

 

Dengan demikian, CSR bukan lagi sekedar aktifitas tempelan yang kalau terpaksa bisa dikorbankan demi mencapai efisiensi, namun CSR merupakan nyawa korporasi. CSR telah masuk kedalam jantung strategi korporasi. CSR disikapi secara strategis dengan melakukan inisiatif CSR dengan strategi korporsi. Caranya, inisatif CSR dikonsep untuk memperbaiki konteks kompetitif korporasi yang berupa kualitas bisnis tempat korporasi beroperasi. (diolah dari berbagai sumber/Sri)

Read Me Leave comment

Komponen Minyak Bumi dan Gas

 

Minyak bumi yang dilakukan dari hasil pengeboran berupa lumpur dan kemudian menjadi olahan minyak mentah. Kandungan dari minyak bumi ini banyak senyawa aromatic dan  menghasilkan beragam. Hasil dari olahan minyak bumi ini yang terdiri dari bermacam-macam senyawa hidrokarbon.

 

Komposisi minyak bumi. Penampakan fisik minyak bumi sangat beragam, tergantung dari komposisinya. Pada umumnya, minyak bumi yang baru dihasilkan dari sumur pengeboran berupa lumpur berwarna hitam atau cokelat gelap, meskipun ada juga minyak bumi yang berwarna kekuningan, kemerahan, atau kehijauan. Minyak hasil pengeboran ini disebut minyak mentah (crude oil).

 

Minyak bumi tersusun dari senyawa hidrokarbon yang berbeda-beda. Perbedaan ini tergantung dari faktor umur, suhu pembentukan, dan cara pembentukan. Minyak bumi dari Indonesia mengandung banyak senyawa aromatik seperti benzena, sedangkan minyak bumi dari Rusia mengandung banyak senyawa sikloalkana seperti sikloheksana. Berdasar hasil analisis yang sudah dilakukan, diketahui bahwa dalam minyak bumi terdiri atas bermacam-mcam senyawa hidrokarbon, seperti alkana, sikloalkana, dan hidrokarbon aromatik.

 

Glongan alkana yang banyak terdapat dalam minyak bumi yaitu n-alkana dan isoalkana. N-alkana merupakan alkana jenuh berantai lurus dan tidak bercabang, contoh n-oktana.Isoalkana merupakan alkana jenuh yang rantai induknya mempunyai atom C tersier dan bercabang, contoh isooktana.

 

Alkana disebut juga dengan parafin. Parafin merupakan senyawa hidrokarbon tersaturasi (berikatan jenuh) yang mengandung rantai lurus atau bercabang yagn molekulnya hanya terdiri atas atom karbon (C) dan hidrogen (H).

 

Sikloalkana merupakan senyawa hidrokarbon berantai tunggal dan berbentuk cincin. Golongan sikloalkana yang ada dalam minyak bumi adalah siklopentana seperti metil siklopentana dan sikloheksana seperti etil sikloheksana.
Sikloalkana juga dikenal dengan nama naptena. Naptena merupakan senyawa hidrokarbon tersaturasi yang memiliki rumus umum CnH2n dan memiliki ciri-ciri mirip alkana, tetapi mempunyai titik didih lebih tinggi dari alkana. Pembentukan minyak bumi dan gas alam.

 

Hidrokarbon aromatik merupakan hidrokarbon yang tidak tersaturasi, memiliki satu atau lebih cincin planar karbon-6 atau cincin benzena. Pada struktur ini, ataom hidrogen berikatan dengan atom karbon dengan rumus umum CnHn. Jika hidrokarbon aromatik dibakar akan menimbulkan asap hitam pekat dan beberapa bersifat karsinogen. Senyawa hidrokarbon aromatik yang terdapat dalam minyak bumi adalah senaywa benzena. Secara umum, komponen minyak bumi terdiri dari lima unsur kimia, yakni 83-87% karbon, 10-14% hidrogen, 0,05-6% belerang, 0,05-1,5% oksigen, 0,1-2% nitrogen, dan < 0,1% unsur-unsur logam. (diolah dari berbagai sumber/Sri)

Read Me Leave comment

Proses Terbentuknya Minyak Bumi

 

Minyak bumi yang melibatkan kajian bidang kebumian dan ilmu eksak dilakukan oleh orang-orang yang menguasai ilmu kebumian. Kajian yang dilakukan oleh para ahli sebagai tanggung jawab atas pencarian hididrokarbon. Pembentukan hidrokarbon dapat terbentuk dengan adanya bantuan dari sumber. Hidrokarbon yang terbentuk memiliki nilai yang ekonomis untuk diproduksi.

 

Eksplorasi atau pencarian minyak Bumi merupakan suatu kajian panjang yang melibatkan beberapa bidang kajian kebumian dan ilmu eksak. Untuk kajian dasar, riset dilakukan oleh para geologis, yaitu orang-orang yang menguasai ilmu kebumian. Mereka adalah orang yang bertanggung jwab atas pencarian hidrokarbon tersebut. Kandungan minyak di dalam bumi bukan wadah yang menyerupai danau, namun letak kandungan berada dalam pori-pori bantuan bercampur bersama air.

 

Bantuan sumber merupakan batuan yang menjadi bahan baku pembentukan hidrokarbon. biasanya yang berperan sebagai batuan sumber ini adalah serpih. batuan ini kaya akan kandungan unsur atom karbon (C) yang didapat dari cangkang – cangkang fosil yang terendapkan di batuan itu. Karbon inilah yang akan menjadi unsur utama dalam rantai penyusun ikatan kimia hidrokarbon.

 

Tekanan dan Temperatur untuk mengubah fosil tersebut menjadi hidrokarbon, tekanan dan temperatur yang tinggi di perlukan. Tekanan dan temperatur ini akan mengubah ikatan kimia karbon yang ada dibatuan menjadi rantai hidrokarbon.

 

Hirdokarbon yang telah terbentuk dari proses di atas harus dapat berpindah ke tempat dimana hidrokarbon memiliki nilai ekonomis untuk diproduksi. Di batuan sumbernya sendiri dapat dikatakan tidak memungkinkan untuk di ekploitasi karena hidrokarbon di sana tidak terakumulasi dan tidak dapat mengalir. Sehingga tahapan ini sangat penting untuk menentukan kemungkinan eksploitasi hidrokarbon tersebut.

 

Reservoir suatu batuan yang merupakan wadah bagi hidrokarbon untuk berkumpul dari proses migrasinya. Reservoar ini biasanya adalah batupasir dan batuan karbonat, karena kedua jenis batu ini memiliki pori yang cukup besar untuk tersimpannya hidrokarbon. Reservoar sangat penting karena pada batuan inilah minyak Bumi di produksi.

 

Perangkap sangat penting suatu reservoar di lindungi oleh batuan perangkap. tujuannya agar hidrokarbon yang ada di reservoar itu terakumulasi di tempat itu saja. Jika perangkap ini tidak ada maka hidrokarbon dapat mengalir ketempat lain yang berarti ke ekonomisannya akan berkurang atau tidak ekonomis sama sekali. (diolah dari berbagai sumber)

 

Read Me Leave comment

Sejarah Industri Perminyakan di Tanah Air

Indonesia melakukan pemboran sumur minyak pertama kali dilakukan di daerah Cirebon. Produksi perminyakan di tanah air terus berkembang. Pada tahun 1957 pemerintahan mendirikan sebuah perusahaan minyak nasional. Pada tahun 1971 pemerintah kembali menerbitkan UU No. 8 sebagai memperkokoh perusahaan minyak dan gas bumi milik Negara.

 

Era 1800: Awal Pencarian

Di Indonesia sendiri, pemboran sumur minyak pertama dilakukan oleh Belanda pada tahun 1871 di daerah Cirebon. Namun demikian, sumur produksi pertama adalah sumur Telaga Said di wilayah Sumatera Utara yang dibor pada tahun 1883 yang disusul dengan pendirian Royal Dutch Company di Pangkalan Brandan pada 1885. Sejak era itu, kegiatan ekspolitasi minyak di Indonesia dimulai.

 

Era 1900: Masa Perjuangan

Setelah diproduksikannya sumur Telaga Said, maka kegiatan industri perminyakan di tanah air terus berkembang. Penemuan demi penemuan terus bermunculan. Sampai dengan era 1950an, penemuan sumber minyak baru banyak ditemukan di wilayah Jawa Timur, Sumatera Selatan, Sumatera Tengah, dan Kalimantan Timur. Pada masa ini Indonesia masih dibawah pendudukan Belanda yang dilanjutkan dengan pendudukan Jepang.

 

Ketika pecah Perang Asia Timur Raya produksi minyak mengalami gangguan. Pada masa pendudukan Jepang usaha yang dilakukan hanyalah merehabilitasi lapangan dan sumur yang rusak akibat bumi hangus atau pemboman lalu pada masa perang kemerdekaan produksi minyak terhenti.

 

1957: Tonggak Sejarah Pertamina

Untuk mengelola aset perminyakan tersebut, pemerintah mendirikan sebuah perusahaan minyak nasional pada 10 Desember 1957 dengan nama PT Perusahaan Minyak Nasional, disingkat PERMINA. Perusahaan itu lalu bergabung dengan PERTAMIN menjadi PERTAMINA pada 1968. Untuk memperkokoh perusahaan yang masih muda ini, Pemerintah menerbitkan UU No. 8 pada 1971, yang menempatkan PERTAMINA sebagai perusahaan minyak dan gas bumi milik negara. Berdasarkan UU ini, semua perusahaan minyak yang hendak menjalankan usaha di Indonesia wajib bekerja sama dengan PERTAMINA. Karena itu PERTAMINA memainkan peran ganda yakni sebagai regulator bagi mitra yang menjalin kerja sama melalui mekanisme Kontrak Kerja Sama (KKS) di wilayah kerja (WK) PERTAMINA. Sementara di sisi lain PERTAMINA juga bertindak sebagai operator karena juga menggarap sendiri sebagian wilayah kerjanya.

 

Era 2000: Perubahan Regulasi

Sejalan dengan dinamika industri migas di dalam negeri, Pemerintah menerbitkan Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi No. 22 tahun 2001. Sebagai konsekuensi penerapan UU tersebut, Pertamina beralih bentuk menjadi PT Pertamina (Persero) dan melepaskan peran gandanya. Peran regulator diserahkan ke lembaga pemerintah sedangkan Pertamina hanya memegang satu peran sebagai operator murni.

 

Peran regulator di sektor hulu selanjutnya dijalankan oleh BPMIGAS yang dibentuk pada tahun 2002. Sedangkan peran regulator di sektor hilir dijalankan oleh BPH MIGAS yang dibentuk dua tahun setelahnya pada 2004.

 

Di sektor hulu, Pertamina membentuk sejumlah anak perusahaan sebagai entitas bisnis yang merupakan kepanjangan tangan dalam pengelolaan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak, gas, dan panas bumi, pengelolaan transportasi pipa migas, jasa pemboran, dan pengelolaan portofolio di sektor hulu. Ini merupakan wujud implementasi amanat UU No.22 tahun 2001 yang mewajibkan PT Pertamina (Persero) untuk mendirikan anak perusahaan guna mengelola usaha hulunya sebagai konsekuensi pemisahan usaha hulu dengan hilir.

 

2005: Entitas Bisnis Murni

Atas dasar itulah PT Pertamina EP didirikan pada 13 September 2005. Sejalan dengan pembentukan PT Pertamina EP maka pada tanggal 17 September 2005, PT Pertamina (Persero) telah melaksanakan penandatanganan Kontrak Kerja Sama (KKS) dengan BPMIGAS (sekarang SKKMIGAS) – yang berlaku surut sejak 17 September 2003 – atas seluruh Wilayah Kuasa Pertambangan Migas yang dilimpahkan melalui perundangan yang berlaku. Sebagian besar wilayah PT Pertamina (Persero) tersebut dipisahkan menjadi Wilayah Kerja (WK) PT Pertamina EP. Pada saat bersamaan, PT Pertamina EP juga melaksanakan penandatanganan KKS dengan BPMIGAS (sekarang SKKMIGAS) yang berlaku sejak 17 September 2005.

 

Dengan demikian WK PT Pertamina EP adalah WK yang dahulu dikelola oleh PT Pertamina (Persero) sendiri dan WK yang dikelola PT Pertamina (Persero) melalui TAC (Technical Assistance Contract) dan JOB EOR (Joint Operating Body Enhanced Oil Recovery).

 

Dengan tingkat pertumbuhan produksi rata-rata 6-7 persen per tahun, PT Pertamina EP memiliki modal optimisme kuat untuk tetap menjadi penyumbang laba terbesar PT Pertamina (Persero). Keyakinan itu juga sekaligus untuk menjawab tantangan pemeritah dan masyarakat yang menginginkan peningkatan produksi migas nasional. (diolah dari berbagai sumber)

 

Read Me Leave comment

Comdev ; Pengembangan Manusia Seutuhnya

Masyarakat mengharapkan kehidupan yang lebih baik. Kesejahteraan akan didapatkan tatkala masyarakat mampu mengembangkan dirinya secara sosial dan ekonomi. Dengan perencanaan yang baik, komunitas-komunitas masyarakat dapat bermitra dengan pemerintah atau pihak swasta. Usaha sinergi dengan para pihak akan melahirkan peran-peran sosial dan ekonomi baru.

 

Comdev atau Community Development dimaknai secara sederhana sebagai pengembangan masyarakat. Upaya Pengembangan Komunitas (Community Development/CD) telah banyak dilakukan.  Sebelum melakukan pengembangan komunitas, penting bagi setiap orang untuk memahami beberapa istilah dasar yang berkaitan dengan itu.

 

Konsep Community Development sudah dikenal luas oleh masyarakat. Meskipun konsep awalnya bukan Community Development, tetapi substansi darinya sangat cocok dengan penerapan Community Development yang ada sekarang. Comdev telah menjadi satu hal yang terkadang secara eksplisist maupun implisist terlihat dalam setiap tujuan dari komunitas masyarakat, pengharapan akan kehidupan yang lebih baik, dan bertujuan mencapai suatu usaha kolektif menjadi sejarah awal munculnya gagasan comdev sendiri.

 

Konsep Community Development merupakan istilah yang dimaksudkan untuk mewakili pemikiran tentang pengembangan masyarakat dalam konteks pembangunan sumber daya manusia ke arah kemandirian. Kehadiran perusahaan (privat service) di tengah kehidupan masyarakat dengan berbagai kegiatannya menimbulkan ketidaksetaraan sosial ekonomi anggota masyarakat lokal dengan perusahaan ataupun pendatang lainnya, sehingga diperlukan suatu kebijakan untuk meningkatkan daya saing dan kemandirian masyarakat lokal.

 

Community Development yang dimaknai sebagai pengembangan masyarakat terdiri dari dua konsep, yaitu ‘pengembangan’ dan ‘masyarakat’. Secara singkat, ‘pengembangan atau pembangunan’ merupakan usaha bersama dan terencana untuk meningkatkan kualitas kehidupan manusia pada umumnya. Bidang-bidang pembangunan biasanya meliputi berbagai sektor kehidupan, yaitu sektor ekonomi, sektor pendidikan, kesehatan dan sosial budaya.

 

Upaya Pengembangan Komunitas (Community Development/CD) telah banyak dilakukan; Atau setidaknya diakui oleh berbagai pihak telah berpengalaman melakukannya.  Tetapi, kenyataan menunjukkan bahwa cukup banyak pihak yang sesungguhnya belum cukup memahami makna pengembangan komunitas itu sendiri; Falsafahnya, prinsip-prinsipnya dan berbagai aspek terkait lainnya.

 

Seringkali pengertian atas berbagai istilah yang terkait dengan pengembangan komunitas itu dipahami sama atau bahkan dicampur-adukkan satu sama lain.  Karena itu sebelum mampu melakukan pengembangan komunitas dengan baik, adalah penting bagi setiap orang untuk memahami beberapa istilah dasar yang berkaitan dengan itu. (diolah dari berbagai sumber)

Read Me Leave comment

SEJARAH SINGKAT INDUSTRI MINYAK BUMI

Teknologi semakin maju setiap tahunnya. Dibalik kemajuan teknologi, indonesia juga mempunyai sejarah tentang produksi minyak bumi nasional yang cukup membanggakan tentang pengembangan minyak bumi ini. Minyak bumi yang dihasilkan berasal dari perut bumi.

 

Industri minyak bumi modern lahir 145 tahun yang lalu di Titusville, Pennsylvania, Amerika Serikat (AS) ketika Edwin Drake sukses melakukan pemboran pertama minyak bumi di AS. Kala itu hampir tidak ada yang mengkhawatirkan berapa lama lagi perut bumi menyediakan minyaknya untuk dambil.

 

Tetapi sejak produksi minyak di AS memuncak sekitar 1970, sejumlah ahli geologi, ahli ekonomi dan analis industri mulai mempertimbangkan sebuah pertanyaan, berapa lama lagi pasokan minyak bumi dunia bisa memenuhi permintaan yang terus meningkat, Jika melihat jumlah kendaraan yang mengonsumsi bahan bakar yang bersumber dari minyak bumi ini, juga industri lain yang menggunakannya, bisa jadi minyak bumi akan habis dalam beberapa dekade yang akan datang.

 

Kemudian dilakukan peninjauan ulang hipotesis Lomonosov itu. Pada abad ke-19, hipotesis ini ditolak oleh seorang geolog Jerman bernama Alexander von Humboldt, dan ahli kimia termodinamik Perancis, Louis Joseph Gay-Lussac. Menurut mereka, minyak bumi adalah materi primordial (purba) yang memancar dari tempat yang sangat dalam, dan tak ada hubungannya dengan materi biologis dari permukaan bumi.

 

Pakar kimia Prancis Marcellin Berthelot adalah orang pertama yang melakukan percobaan yang melibatkan serangkaian apa yang sekarang disebut sebagai reaksi Kolbe dan menunjukkan bahwa minyak bumi bisa dihasilkan dengan melarutkan baja dengan asam kuat tanpa melibatkan molekul atau proses biologis.

 

Ahli kimia Rusia, Dmitri Mendeleev juga menguji dan menolak hipotesis Lomonosov. Mendeleev menyatakan dengan jelas bahwa minyak bumi merupakan bahan primordial yang keluar dari kedalaman yang jauh. Dengan persepsi yang luar biasa, Mendeleev membuat hipotesis tentang adanya struktur geologi yang ia sebut “patahan dalam” (deep fault) tempat minyak bumi melaluinya dari kedalaman.

 

Pada 1951, dalam sebuah kongres geologi minyak bumi, seorang geolog asal Rusia Nikolai  A. Kudryavtsev mengajukan teori asal-usul minyak bumi abiotik atau abiogenik, setelah menganalisis hipotesis Lomonosov yang terbukti salah. Inilah untuk pertama kalinya teori abiotik modern dicanangkan untuk mengganti teori konvensional.

 

Kudryavtsev tidaklah sendiri, dia mendapat banyak dukungan termasuk dari para ilmuwan barat, seperti Thomas Gold dan Dr JF Kenney.  Bahkan Kenney bersama ilmuwan Rusia lainnya benar-benar mampu membangun reaktor dan membuktikan minyak bumi bisa dihasilkan dari kalsium karbonat dan oksida besi, dua senyawa yang melimpah di kerak bumi.

 

Baru-baru ini, para peneliti dari Royal Institute of Technology  di Stockholm, Swedia telah berhasil membuktikan bahwa fosil-fosil dari hewan dan tumbuhan tidak lagi diperlukan untuk menghasilkan minyak mentah. Temuan ini begitu revolusioner karena sangatlah berarti, di satu sisi akan memudahkan menemukan sumber-sumber energi, di sisi lain sumber energi ini dapat ditemukan di seluruh dunia.

 

Vladimir Kutcherov, profesor yang memimpin riset ini,telah melakukan simulasi suatu proses yang melibatkan tekanan dan panas yang terjadi secara alami di lapisan dalam bumi, proses yang menghasilkan hidrokarbon, komponen utama dalam minyak dan gas alam. Menurut Kutcherov, penemuan ini mengindikasikan dengan jelas bahwa pasokan minyak bumi tidak akan habis. “Tidak ada keraguan bahwa penelitian kami membuktikan bahwa minyak mentah dan gas alam yang dihasilkan, tanpa melibatkan fosil.

 

Semua jenis batuan dasar dapat berfungsi sebagai reservoir minyak,” kata Vladimir Kutcherov kepada Science Daily, baru-baru ini. Kutcherov pun mampu membuktikan bahwa hidrokarbon dapat dibuat  dari air, kalsium karbonat  dan zat besi. Ini berarti  minyak bumi merupakan sumber energi berkelanjutan dan terbarukan.

 

Proses abiotik untuk menghasilkan minyak bumi dimungkinkan lewat proses yang disebut Fischer-Tropsch, reaksi kimia yang mengubah campuran karbonmonoksida dan hidrogen menjadi hidrokarbon cair. Proses ini dikembangkan dan dipatenkan pada tahun 1920, kemudian digunakan selama Perang Dunia II  oleh Jerman dan Jepang.

 

Minyak Bumi (bahasa Inggris: petroleum, dari bahasa Latin petrus – karang dan oleum – minyak), dijuluki juga sebagai emas hitam, adalah cairan kental, berwarna coklat gelap, atau kehijauan yang mudah terbakar, yang berada di lapisan atas dari beberapa area di kerak bumi. Minyak Bumi terdiri dari campuran kompleks dari berbagai hidrokarbon, sebagian besar seri alkana, tetapi bervariasi dalam penampilan, komposisi, dan kemurniannya.

 

Minyak Bumi diambil dari sumur minyak di pertambangan-pertambangan minyak. Lokasi sumur-sumur minyak ini didapatkan setelah melalui proses studi geologi, analisis sedimen, karakter dan struktur sumber, dan berbagai macam studi lainnya.

 

Setelah itu, minyak Bumi akan diproses di tempat pengilangan minyak dan dipisah-pisahkan hasilnya berdasarkan titik didihnya sehingga menghasilkan berbagai macam bahan bakar, mulai dari bensin dan minyak tanah sampai aspal dan berbagai reagen kimia yang dibutuhkan untuk membuat plastik dan obat-obatan. Minyak Bumi digunakan untuk memproduksi berbagai macam barang dan material yang dibutuhkan manusia. (diolah dari berbagai sumber)

 

Read Me 1 Comment

Apasih Gas Bumi itu ??

Negara Indonesia mempunyai banyak sumber daya alam yang beraneka ragam. Salah satu sumber daya alam yang bermanfaat seperti batubara, minyak dan gas bumi. Minyak sangatlah mudah dikenali dengan jelas berbeda dengan gas bumi. Sumur minyak, secara tidak langsung terdapat gas di dalamnya. Gas bumi yang berasal dari sumur tersebut dapat dimanfaatkan sebagai energy untuk berbagai kegiatan di sekitar wilayah lapangan produksi minyak itu sendiri.

 

Gas alam seperti juga minyak bumi merupakan senyawa hidrokarbon (Cn H2n+2) yang terdiri dari campuran beberapa macam gas hidrokarbon yang mudah terbakar dan non-hidrokarbon seperti N2, CO2 dan H2S. Gas Alam Gas alam sering juga disebut sebagai gas bumi atau gas rawa, adalah bahan bakar fosil berbentuk gas yang terutama terdiri dari metana (CH4). Ia dapat ditemukan di ladang minyak, ladang gas bumi dan juga tambang batu bara.

 

Ketika gas yang kaya dengan metana diproduksi melalui pembusukan oleh bakteri anaerobik dari bahan-bahan organik selain dari fosil, maka ia disebut biogas. Sumber biogas dapat ditemukan di rawa-rawa, tempat pembuangan akhir sampah, serta penampungan kotoran manusia dan hewan.

 

Saat ini cadangan gas alam yang dimiliki Indonesia diperkirakan sebesar 134,0 triliun kaki kubik (TCF) yang tersebar di Aceh, Umumnya gas yang terbentuk sebagian besar dari metan CH4, dan dapat juga termasuk etan C2H6 dan propan C3H8. Komposisi gas alam bervariasi, tetapi umumnya tipikal gas alam (sebelum dilakukan pemrosesan) adalah seperti pada tabel di bawah ini.

 

Gas alam yang didapat dari dalam sumur di bawah bumi, biasanya ber-gabung dengan minyak bumi. Gas ini disebut sebagai gas associated. Ada juga sumur yang khusus menghasilkan gas, sehingga gas yang dihasilkan disebut gas non associated. Sekali dibawa ke atas permukaan bumi, terhadap gas dila-kukan pemisahan untuk menghilang-kan impurities seperti air, gas-gas lain, pasir dan senyawa lainnya.

 

Beberapa gas hidrokarbon seperti propan (C3H8) dan butan (C4H10) dipisahkan dan dijual secara terpisah. Setelah diproses, gas alam yang bersih ditransmisikan ke titik-titik penggunaan melalui jaringan pipa, yang jauhnya dapat mencapai ribuan kilometer. Gas alam yang dikirim melalui pipa tersebut merupakan gas alam dalam bentuk yang murni karena hampir seluruhnya adalah metan (CH4).

 

Gas alam yang dikirim tersebut merupa-kan ‘dry gas’ atau ‘gas kering’. Metan adalah molekul yang dibentuk oleh satu atom karbon dan empat atom hidrogen sebagai CH4. Gas metan mudah terbakar dimana secara kimia terjadi reaksi antara metan dan oksigen yang hasilnya berupa karbon di-oksida (CO2), air (H2O) ditambah sejumlah besar energi, sebagaimana persamaan berikut : CH4[g] + 2 O2[g] CO2[g] + 2 H2O[50] + 891 kJ. (diolah dari berbagai sumber)

 

Read Me Leave comment