Sebab Lifting Migas RI di 2017 Tak Tercapai

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkap sebab produksi siap jual (lifting) migas tidak mencapai target. Pada 2017 lifting migas hanya 98,9 persen dari target Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBNP).

Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi mengatakan, ada beberapa penyebab lifting migas tak tercapai. Pertama, terlalu luasnya wilayah kerja migas, sehingga terjadi ketidakakuratan data dan kegiatan pencarian migas ada yang tidak terlaksana

Kalau penyebabnya macam-macam, kita mesti lihat Pertamina EP hanya mencapai 94,9 persen Pertamina EP karena saking luasnya wilayah kerja ada data kurang lengkap,” kata Amien, di Kantor SKK Migas, Jakarta, Jumat (5/1/2018).

‎Menurut Amien, tidak tercapainya target tersebut ‎merupakan dampak penurunan produksi migas alamiah, karena diakibatkan usia sumur yang sudah udzur sehingga produksinya tidak optimal.

“Seperti Total ‎E&P banyak transisi, Mahakam lapangan sudah tua butuh intervesi agresif, kalau lapangan sudah tua butuh intervesi,”ujarnya.

Untuk diketahui, total lifting migas Indonesia sepanjang 2017 mencapai 1,944 juta barel setara minyak (Barel Oil Equivalent per Day/BOEPD), produksi tersebut berasal dari 73 Wilayah Kerja (WK) atau blok migas yang berproduksi.

Menurut Amien, capaian lifting tersebut 98,9 persen dari target yang ditetapkan Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2017 sebesar 1,965 ribu BOEPD.

“Lifting migas 2017 hanya 98,9 persen dari target APBNP 2017,” tutur Amien.

‎Amien merinci, untuk realisasi lifting minyak bumi sebesar Rp 803,8 ribu barel per hari (Barel Oil per Day/BOPD), atau lebih rendah 98,6 persen dari target APBNP 2017 sebesr 815 ribu BOPD.

Sedangkan realisasi lifting gas bumi sebesar 6,386 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) atau 99,2 persen dari target APBNP 2017 sebesar 6,440 MMSCFD.

“Kami berusaha seoptimal mungkin untuk menekan penurunan produksi alamiah dengan percepatan penyelesaian proyek dan mendorong kegiatan yang menjaga tingkat produksi,” tutup Amien.(Liputan6.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *