CSR Migas Tingkatkan Perekonomian Daerah

Bojonegoro, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said mengharapkan agar manfaat CSR yang diberikan oleh perusahaan-perusahaan di sektor ESDM tidak hanya dirasakan oleh masyarakat sekitar, tetapi juga dapat menggerakkan perekonomian daerah.

Harapan itu disampaikannya ketika menghadiri acara evaluasi partisipatif program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Proyek Banyu Urip di Bojonegoro, Jawa Timur, Jumat (10/7). Hadir dalam acara ini, Bupati Bojonegoro, Pimpinan DPRD Kabupaten Bojonegoro, Kepala SKK Migas, Presiden ExxonMobil Cepu serta beberapa pejabat di lingkungan Kementerian ESDM.

Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Proyek Banyu Urip merupakan kerja sama antara mitra Blok Cepu , PT Pertamina EP Cepu, ExxonMobil dan Badan Kerja Sama PI Blok Cepu, serta dukungan SKK Migas. Program yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat sekitar proyek guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar ini, terdiri dari program peningkatan mata pencaharian keluarga, inkubator bisnis, biogas, kewirusahaan pemuda, agen teknologi perempuan dan pelatihan kejuruan.

Dalam sambutannya pada acara tersebut, Sudirman Said mengungkapkan harapannya terkait program CSR ini. “Saya berharap dengan dibangunnya infrastruktur, cara mengelola sumber daya alam serta membangun industri yang baik, keberadaan sumber daya alam migas kemudian tidak selesai hanya pada ketika diambil tetapi efek berkelanjutannya dapat terus dirasakan oleh masyarakat sekitar. Sehingga energi kedepan tidak boleh lagi semata-mata diberlakukan sebagai komoditi, tetapi energi harus dijadikan modal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” paparnya.

Sudirman juga yakin, apabila KKKS yang ada di Indonesia dapat bekerja sama dengan Pemerintah Daerah melalui program CSR, akan mampu meningkatkan perekonomian daerah-daerah di Indonesia. Program pengembangan ekonomi di sekitar proyek Banyu Urip ini contohnya, sejak 2005 telah memberikan dukungan senilai US$ 1,1 juta atau setara dengan Rp 15 milyar. Dukungan tersebut merupakan non cost recovery yang ditujukan bagi peningkatkan keterampilan kewirausahaan bagi masyarakat serta penyediaan akses pinjaman mikro bagi perempuan.

Program pinjaman mikro memiliki lebih dari Rp100 milyar dana bergulir dengan hampir 100% pinjaman berkinerja baik. Program tersebut bertujuan memperluas akses masyarakat kepada aktivitas perekonomian produktif dan telah memberikan manfaat bagi lebih dari 22.000 orang. “Saya berharap dan akan tetap mendorong seluruh KKKS agar berinisiatif memberikan bantuan kepada masyarakat di sekitar lokasi proyek, melalui program CSR yang ada,” tegas Sudirman Said.

Dia juga berharap program-program CSR serupa dapat semakin ditingkatkan dan diikuti oleh perusahaan-perusahaan minyak lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *